Bantul – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran teknologi di era abad ke-21 harus tetap dilandasi dan diimbangi dengan keseimbangan antara hati, akal pikiran, dan akal budi. Menurutnya, teknologi bisa mengambil alih segala hal, kecuali kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Haedar Nashir dalam Orasi Ilmiah pada Milad ke-5 dan Wisuda Sarjana ke-2 Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) yang dilaksanakan pada Kamis (22/10) bertempat di Kampus SiberMu, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
“Ilmu yang kita miliki tidak untuk diri kita sendiri. Menjadi orang beriman harus berguna untuk menebar kebajikan bagi orang lain, utamanya bagi kemaslahatan umat. Karena sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya,” tuturnya.
Dalam Orasi Ilmiah ini, Haedar Nashir mengutip pemikiran Yuval Noah Harari dalam series Homo Sapiens. Manusia, menurutnya pada dasarnya ingin berelasi dengan sesamanya, dan dari relasi itu lahir rasa sosial dan humanisme yang menjadi ciri khas manusia. Ia juga mengingatkan bahwa jaringan informmasi yang kian canggih dapat menggeser orientasi dan kekuatan manusia, bahkan kekuatan politik. Jika tidak berhati-hati manusia bisa kehilangan kemampuan mengendalikan produk teknologinya sendiri.
“Artificial Intelligence bisa mengambil semuanya, tetapi tidak bisa mengambil rasa kemanusiaan itu. Maka daripada itu, harus ada keseimbangan antara hati, akal pikiran maka akan terbentuk akal budi. Kemudian bersenyawa dengan tujuh unsur lainnya dan laihrlah peradaban. Muhammadiyah dengan SiberMu itu menanamkan teknologi dan menjadikan teknologi untuk kemaslahatan hidup tidak untuk merusak kehidupan,” tambahnya.
Haedar Nashir juga menuturkan bahwa di SiberMu mahasiswa tidak hanya belajar teknologi canggih, tetapi juga mendapat pelajaran Al-Islam dan Kemudhammadiyahan (AIK) yang mengajarkan akhlakul karimah, iman, dan kedekatan kepada Allah. Nilai-nilai kerohanian itu, menurutnya akan menjadi fondasi bagi generasi mendatang dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan ini, Haedar Nashir juga memberikan apresiasi kepada SiberMu karena telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 7.500 mahasiswa dalam kurun waktu 5 tahun. Pada kesempatan yang sama, SiberMu mewisuda 50 lulusan dari 6 program studi. Selain kedua hal tersebut, kampus ini juga mencatat berbagai prestasi mahasiswa dan dosen baik di bidang akademik maupun nonakademik. Haedar Nashir meyakini bahwa para mahasiswa ini tidak salah memilih kampus, selain karena berkarakter siber dan berada di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisiyah (PTMA), institusi ini telah memiliki kepercayaan di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelum di tutup, Haedar Nashir turut berpesan kepada para wisudawan agar mahasiswa mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk kepentingan membangun karir maupun keluarga. (ftm)